Bela Alqur'an atau Bela Tafsirnya?

Aksi Bela Islam beberapa waktu lalu menyisakan beberapa pertanyaan yang harus dijawab yaitu:
1. Apakah yang dibela itu Islam, Alqur'an atau tafsirnya?
2. Apakah aksi itu murni untuk menjunjung tinggi kalimat Allah atau kalimat politikus?
3. Mengapa para pentolan aksi tersebut kemudian banyak terseret kasus kriminal dan melanggar aturan pemerintah?
4. Bagaimana dampak aksi tersebut pada peradaban dan keilmuan Islam? Jika iya, apakah Islam kemudian maju dan bisa melawan hegemoni Barat?
5. Mengapa aksi-aksi sesudahnya juga menggunakan nama Aksi Bela? Seperti Aksi Bela Rohingya? Bela siapa? Donatur, pengumpul donasi atau para pengustdan politikus?
Dari sudut pandang akademik, beberapa gelombang aksi yang terjadi hanyalah membela satu tafsir dan mengabaikan tafsie yang lain. Artinya, hanya satu penafsiran ulama yang dibela dan banyak penafsiran ulama lain yang diabaikan. Bagaimana hukumnya? Jelas mereka mengikuti hawa nafsu dengan rasa benci mereka terhadap orang lain, walaupun itu orang kafir atau hewan sekalipun.
Padahal dalam Alqur'an disebutkan bahwa menghina dan tidak adil kepada orag lain karena iri dan dengki adalah larangan Allah. Namun apa daya bila nafsu sudah menguasai, apalagi nafsu politik dan ekonomi, maka berlakunya aturan "sampaikanlah walaupun hanya satu penafsiran yang tendensius."

Comments