Cinta Shalawat dan Nabi, Bukan Vokalis dan Grupnya

Shalawat mempunyai banyak fadhilah dan keberkahan. Namun dibalik itu, ada masalah yang timbul ketika shalawat itu disuarakan dan didendangkan dengan suara bagus dan iringan musik yang merdu. Lalu bagaimana hukumnya mengidolakan para artis sholawat, dalam hal ini adalah vokalis dan grupnya, yabg ganteng, cantik serta suaranya merdu dan indah?

Mencintai seseorang yabg diperintahkan agama adalah karena mengikuti petunjuk Allah dan utusan-nya, bukan karena hawa nafsu. Sebagaimana didawuhkan dalam Manaqib al-Syaikh 'Abd al-Qadir al-Jilani sebagai berikut:

إياكم أن تحبوا أحدا أو تكرهوه إلا بعد عرض أفعاله على الكتاب والسنة كيلا تحبوه يالهوى وتبغضوه بالهوى.

Nah oleh karena itu, cintai shalawat dengan mendengarkan secara seksama, bukan dengan melirik vokal dan grupnya. Juga jangan karena yang ikut shalawatan cantik dan ganteng, tapi karena mencari berkah dan syafaat dari Rasulullah. Jika tidak, maka yang ada hanyalah kemarahan dan kebencian Rasulullah pada pencari vokalis dan grup shalawat.

Suara bagus memang menjadikan shalawat itu menjadi lebih khusyuk dan bermakna, tapi jika sampai ternafsu oleh suara dan penampilan vokalis dan grupnya, apalagi agar bisa joget-joget syar'i itu tidak dibenarkan. Apalagi takbir untuk kejahatan dan kekerasan yang tidak dibenarkan agama, maka itu lebih buruk lagi.

Comments