HTI di UGM dan UIN, Fakta Pengusung Khilafah di Perguruan Tinggi Negeri

Foto anggota HTI dengan "panji Rasulullah" versi mereka di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Foto dengan menutupi wajah dan tanpa keterangan dianggap sebagai taqiyyah model Syi'ah.

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang gencar mengusung khilafah sebagai solusi atas berbagai permasalahan bangsa sudah dibubarkan oleh pemerintah pada tahun ini. Jejak HTI di beberapa kampus negeri maupun swasta tidak dapat dipungkiri, kecuali yang melarangnya dari awal seperti Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang. HTI di beberapa kampus negeri juga bebas bergerak dan bahkan mereka tidak segan-segan untuk menyembunyikan identitas mereka (taqiyyah) ala Syi'ah. Bahkan, dengan taqiyyah ini, mereka sulit dilacak dan cenderung mengingkari identitas asalnya. Misalnya Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono pada Kamis (27/72017), sebagaimana dikutip dari Tempo.com mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa grusa-grusu untuk menganggap seorang dosen sebagai simpatisan HTI. Ia juga akan melakukan berbagai pendekatan persuasif akademik untuk dosen yang terbukti ikut ormas terlarang tersebut. Namun sampai sekarang, belum ada kabar dari pihak UGM yang memberikan data tentang dosen-dosen yang memang terbukti ikut HTI.

Di UGM sendiri, memang ada pengikut HTI yang aktif dalam berbagai di masjid kampus maupun diskusi keagamaan hingga politik. Dari penelusuran Gemasalaf.com, ada blog HTI Fakultas Sains dan Teknologi yang di dalamnya menggemakan khilafah, anti pemerintah, menyerahkan semuanya pada teks-teks keagamaan tanpa solusi nyata dan juga propaganda atas nama agama. Berikut cuplikan  salah satu acara dari blog HTI Saintek UGM pada 2008:
Hizbut Tahrir Indonesia cabang UGM sektor Sainstek mengadakan
Kajian Selasar Sainstek
Rabu, 2 April 2008 pukul 15.45-17.45
“INDONESIA KELAPARAN….”
pembicara: Mbak Mayang
Temukan solusinya dengan Islam…
Terbuka untuk Umum…
(Muslimah Only)
Gerakan di kampus negeri ini harus selalu diwaspadai. Tidak hanya di kampus UGM, kampus Islam negeri seperti UIN Sunan Kalijaga pun dimasuki HTI. Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, KH Yudian Wahyudi, pada bulan Mei 2017 menganggap foto dengan lambang HTI di kampusnya adalah tindakan yang melawan hukum. Ia bersama civitas akademika kemudian mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang pelarangan HTI di kampus.

Fenomena HTI di dua kampus negeri tersebut menunjukkan bahwa HTI, dengan ideologi anti pemerintah dan Pancasila yang diusungnya, memang layak untuk dibubarkan. Pelarangan HTI di Indonesia bukanlah yang pertama kalinya, sebab beberapa negara Muslim lainnya sudah melarangnya terlebih dahulu seperti Malaysia, Arab Saudi, Mesir, Kazakhstan, dan lainnya, termasuk Yordania tempat lahirnya HTI. Adanya gerakan HTI yang melakukan taqiyyah ini dibuktikan dengan gagasan pendukungnya melalui forum kajian mahasiswa, lembaga mahasiswa tingkat sarjana dan magister dan juga media sosial. Gagasan yang mereka usung identik dengan khilafah, anti pemerintah dan juga Pancasila (Baca: Terima Beasiswa Pemerintah, Banyak Mahasiswa PTN Khianati Negara).

Comments