Terkait dengan beberapa ormas Islam seperti Front Pembela Islam (FPI) dan sejenisnya yang ingin jihad membantu kaum Muslim Rohingya di Rakhine State di Myanmar, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat ini ada dua sebagaimana syarat haji, yaitu syarat bagi diri sendiri yang akan ke Myanmar dan syarat bagi keluarga yang ditinggalkan di tanah air Indonesia.
Syarat bagi diri sendiri yang akan ke Myanmar adalah sebagai berikut:
Silahkan menikmati jihad ke Myanmar. Jangan lupa shalat dan adzan safar sebelum maupun sesudah sampai Indonesia. Maklumkan kepada penduduk media sosial bahwa jihad adalah hal yang mulia dan akan dibalas dengan bidadari di surga.
Syarat bagi diri sendiri yang akan ke Myanmar adalah sebagai berikut:
- Harus mempunyai paspor. Untuk membuat paspor, para calon mujahid harus ke kantor imigrasi terdekat untuk membuat paspor. Dengan melengkapi persyaratan seperti kartu identitas, kartu keluarga, wawancara berjalan dan foto, maka selanjutnya adalah membayar biaya pembuatan paspor sejumlah 350rban. Setelah membayar, maka harus menunggu 3-5 hari setelah paspor selesai. Jika persyaratannya belum lengkap, misalnya dalam wawancara tujuannya ke Myanmar untuk jihad, maka pasti paspor tidak jadi. Maka niatnya di sana jangan jihad ketika ditanya petugas paspor, tapi untuk wisata ke Myanmar. Istilahnya, tadabbur 'alam ke negara yang mayoritas penduduknya beragama Budha.
- Kalau sudah punya paspor, maka perlu pesan pesawat. Untuk pesan pesawat dari Jakarta ke Yangon Myanmar, harga paling murah untuk pulang pergi adalah 3 juta rupiah. Jika dapat promo dari aplikasi perjalanan, maka bisa lebih murah lagi. Jangan lupa pesan makanan di pesawat, karena tiket yang paling murah perjalanannya bisa lebih dari 15 jam untuk transit. Oh iya, di pesawat tidak boleh membawa senapan, senjata maupun benda tajam. Jika masih memaksa bawa barang tersebut untuk kebutuhan jihad, maka disarankan untuk mengirimnya lewat jasa ekspedisi tersendiri. Paling cuma nambah 2 jutaan untuk barang dengan berat 5 kg.
- Kalau sudah sampai sana, jangan lupa pesan hotel. Jika tidak punya uang, pesen saja kamar yang isinya bisa sampai 4-12 orang, dengan tarif yang lebih murah. Oh ya, pesannya yang khusus untuk laki-laki atau perempuan saja ya, jangan yang campur. Nanti kena dosa dan hukuman neraka.
- Untuk sampai ke Rakhine State, harus melalui berbagai pos pemeriksaan. Jika sulit menembus ke sana dan tidak diizinkan masuk, maka jangan putus asa. Masih ada kesempatan lain untuk berwisata. Kan rugi kalau ke Myanmar tidak jadi jihad, mau pulang malu tidak pulang rindu. Apa saja destinasi wisata di Myanmar? Ada Mrauk U, Pagoda Shwedagon, Danau Inre, Pantai Ngapali, Kuil Bagan dan lainnya. Jangan lupa foto-foto di sana, agar perjalanan ke Myanmar tidak dianggap hoax.
- Ketika mau sampai ke Indonesia, jangan lupa nota untuk pembuatan paspor, tiket pesawat dan penginapan, resi pengiriman barang dan tiket masuk wisata dikumpulkan jadi satu. Setelah jadi satu, serahkan ke pihak donatur agar jihad ke Myanmar memang benar-benar sudah terlaksana.
- Bagi keluarga yang ditinggal di tanah air, bawakan oleh-oleh khas Myanmar yang murah-murah saja seperti baju, gantungan kunci, buah sekadarnya dan uang receh mata uang Kyat (baca: cat) Myanmar.
Silahkan menikmati jihad ke Myanmar. Jangan lupa shalat dan adzan safar sebelum maupun sesudah sampai Indonesia. Maklumkan kepada penduduk media sosial bahwa jihad adalah hal yang mulia dan akan dibalas dengan bidadari di surga.
Comments
Post a Comment