Al-Mizzi dan Kitab Utama dalam Kritik Rawi Hadis



Pengarang kitab Tahdzib al-Kamal fi Ma’rifah Asma’ al-Rijal adalah Yusuf al-Mizzi. Nama lengkap al-Mizzi adalah al Hafidz Jamal al-Din Abu al-Hajjaj Yusuf ibn al-Zaki Abd al-Rahman bin Yusuf bin Ali Abd al-Mulk bin Ali bin Abi al-Zuhr al-Kalbi al-Qudha’i al-Mizzi. Beliau dilahirkan di Aleppo pada 10 Rabiul Akhir 654 H di Syam. Beliau wafat pada 12 Shafar 742 H dan di makamkan disamping isterinya, Aisyah bin Ibrahim bin Shadiq, disebelah barat makam Ibn Taymiyyah.
Al-Mizzi pertama kali belajar pada tahun 675 H, beliau belajar hadis pertama kali pada Zain al-Din Abi al-Abbas Ahmad bin Abi al-Khair  Salamah bin Ibrahim al-Dimasyqi al-Haddad al-Hambali (589 – 678 H). Dari sinilah, muncul keinginan yang tinggi terhadap Hadis sehingga beliau mengarahkan cita-citanya untuk belajar dan mendalami Hadis, hal ini dibuktikan dengan didalaminya kitab-kitab hadis, seperti Kutub al-Tis’ah, Musnad al-Imam Ahmad, al-Mu’jam al-Kabir karya al Thabarani serta banyak kitab yang lainnya.

Kemudian al-Mizzi mengembara ke kota-kota Palestina, Himsha, Himah dan Ba’albak. Beliau kemudian melanjutkan perjalanannya dengan menunaikan ibadah haji dan belajar di Makkah dan Madinah. Setelah itu, beliau pergi ke Mesir dan di Aleksandria beliau belajar kepada Shadr al-Din Sahnun sampai pada tahun 684 H. Pada tanggal 23 Dzu al-Hijjah 718 H, beliau menjadi pemimpin lembaga Hadis terbesar di Damaskus, Dar al-Hadis al-Asyrafiyyah. Al-Mizzi juga mengajar di lembaga pendidikan Dar al-Hadis al-Himshiyah  dan pad tahun 739 H di angkat menjadi pimpinan lembaga hadis termaju di Damaskus, Dar al-Hadis al-Nuriyah, sampai wafat.

DESKRIPSI NASKAH
1. Judul Naskah :
Tahdzib al-Kamal fi Ma’rifah Asma’ al-Rijal
2. Nomor Naskah :
-
3. Tempat/koleksi :
Perpustakaan Pribadi Dr. Suhail Zikar
4. Keadaan Naskah :
Masih baik, berwarna hitam kecoklat-coklatan, tidak bergaris-garis, tulisan tangan terlatih dan mudah terbaca.


5. Ukuran Naskah :
36 cm x 25 cm, 7 jilid besar, setiap jilid terdiri dari 200 halaman selain jilid terakhir yang terdiri dari 105 halaman. Tiap halaman terdiri dari 50 baris.
6. Tulisan Naskah :
Huruf Arab dengan font Naskhi yang terbaca, goresan  tipis dan sama, terlalu rapat, dengan tinta berwarna hitam, tulisan baik dan mudah dibaca.
7. Keadaan  Tulisan :
Jelas. Dalam halaman dua ada biografi al-Mizzi yang diambil dari Tadzkirah al-Huffadz, duplikatornya Ibrahim bin Abdullah Syaraf al-Din bin al-Hasan dan diduplikasi tahun 712 H.
8. Bahan Naskah :
Kertas tidak bergaris, sampul putih dan kondisinya baik
9. Bentuk :
Kitab Rijal a-Hadits (nama-nama periwayat hadits)
10. Bahasa :
Bahasa Arab
11. Kolofon :
Teks ini terdapat dalam cetakan asli dari manuskrip pertama (seperti dijelaskan di atas) dan keduanya disimpan di Dar al-Kutub al-Mishriyyah. Keduanya juga berasal dari penduduk Yaman yang memulai duplikasinya, yaitu Ibrahim bin Abdullah Syaraf al-Din bin al-Hasan dengan mencarinya dari Amir al-Mu’minin al-Manshur Billah al-Qasim bin Muhammad (967 – 1029 H). Kemudian disempurnakan oleh Sharim al-Din Ibrahim bin Ahmad bin ‘Amir dan selesai pada 8 Rabi’ al-Akhir 1105 H.
12. Catatan lain :
Sebuah inspirasi yang memacu al-Mizzi untuk membuat karya tulis dalam Rijal al-Hadis adalah kitab al-Kamal fi Ma’rifah Asma’ al-Rijal karya al-Hafidz Abu Muhammad Abd al-Ghani, kitab ini memuat semua para perawi Kutub al-Tis’ah, baik dari kalangan sahabat, tabiin, atba’ tabi’in sampai semua guru-gurunya. Namun bagi al-Mizzi, kitab tersebut mempunyai kekurangan-kekurangan yang harus di carikan solusinya, di antara kekurangan-kekurangan tersebut adalah kebanyakan nama-nama hingga mencapai ratusan jumlahnya dari perawi Kutub al-Tis’ah kurangnya penjesalan dan informasi. Hal inilah yang mendorong al-Mizzi pada keputusan untuk menyusun kitab baru yang berdasarkan perawi-perawi dalam kitab al-Kamal dan kitab itu dinamakan dengan Tahdzib al-Kamal fi Ma’rifah Asma’ al-Rijal. Beliau memulai menulisnya pada tanggal 9 Muharram 705 H dan selesai pada Hari Raya Idul Adha 712 H, kitab tersebut terdiri dari 14 jilid yang oleh al-Mizzi mulai dipresentasikan pada 706 H.

POKOK-POKOK ISI TEKS:
1. Al-Mizzi memulainya perawi dengan berdasarkan urutan mu’jam, bapak-bapak mereka dan memulainya dengan nama Ahmad.
2. Hal ini beliau juga lakukan dalam tentang kunyah, nasab, laqab dan perawi wanita,
3. Al-Mizzi menyebutkan sejumlah biografi untuk membedakan dalam nama dan tingkatannya para perawi Kutub al-Tis’ah.
4. Al-Mizzi membedakan nama-nama yang beliau tambahkan dari biografi kitab al-Kamal dengan tanda yang berbeda. Beliau menulis nama perawi dan nama ayah dari perawi tersebut.
5. Jika ada sebuah periwayatan dari jalur sahabat, beliau mencatumkan periwayatan tersebut atau orang yang meriwayatkan darinya.
6. Apabila ada periwayatan langsung dari imam enam maka al-Mizzi mencatumkan periwayatannya atau periwayatan dari orang yang meriwayatkan darinya atau orang lain yang meriwayatkan dari orang yang meriwayatkan darinya.
7. Jika ada sebuah periwayatan secara langsung dan tidak, maka beliau cantumkan terlebih dahulu.
8. Jika ada periwayatan tidak langsung kemudian ada periwayatan secara langsung maka beliau cantumkan yang yang tidak langsung sedangkan periwayatan yang secara langsung di beri sebuah kode tersendiri,
9. Memulai penyusunan perawi berdasarkan urutan mu’jam
10. Al-Mizzi mengulangi susunan biografi dari guru dan perawi setelah membari banyak tambahan.
11. Al-Mizzi memberikan masing-masing pengarang kode sebanyak 27 kode. 6 kode untuk yang disepakati dalam kitab Kutub al-Tis’ah, 2 kode untuk yang disepakati pengarang kitab sunan dan 19 kode untuk kitab lainnya. Kode ditulis di setiap nama pemilik biografi dengan font Naskhi kecil di atasnya dan penulisan nama pemilik biografi dengan huruf yang lebih besar daripada nama yang lain.
12. Al-Mizzi juga menambahkan empat pasal penting di akhir kitabnya yang tidak ada dalam kitab al-Kamal:
a. Fasl fi man isytaha bi al nisbati ila abihi aw jaddihi aw ummihi aw ‘ammihi aw nahwi dzalik.
b. Fasl fi man isytahara bi nisbati ila qabilah aw shina’ah aw nahwi dzalik.
c. Fasl fi man beliausytahara bi laqabihi aw nahwi dzalik
d. Fasl fi mubhamat
Tambahan-tambahan yang mendasar di atas menjadikan kitab ini tiga kali lipat besarnya dari pada kitab al-Kamal. Tahdzib al-Kamal fi Ma’rifah Asma’ al-Rijal memiliki 250 bagian hadis yang tertulis dalam 40 halaman. Al-Mizzi menyusun kitabnya dengan susunan yang baru baik bentuknya secara umum maupun pokok-pokok dari setiap biografi. Beliau membuat susunan dalam sebagian kitabnya dengan susunan yang belum pernah dilakukan sebelumnya

Comments