Etika dan syarat fatwa terkait erat dengan kajian ushul fikih. Posisi ini menempati kajian yang penting dalam ushul fikih sehingga ulama salaf banyak membahas secara terinci dalam kitab tersendiri, baik yang terkait dengan pemberi fatwa (mufti) atau yang meminta fatwa (mustafti). Dalam genealoginya, kitab kajian etika fatwa pertama kali dikarang sebelum 386 H. Berikut ini adalah silsilahnya:
1. 'Abd al-Wahid bin al-Husain al-Shumairi (w. 386 H), pengarang "Adab al-Mufti wa al-Mustafti"
2. Ahmad bin 'Ali al-Khathib al-Baghdadi (w. 463 H), pengaranng "al-Faqih wa al-Mutafaqqih"
3. Yusuf bin 'Abd al-Barr (w. 463 H), pengarang "Jami' Bayan al-'Ilm wa Fadhlihi"
Setelah ini, muncul berbagai kajian tentang fatwa dalam kitab ushul fikih dalam karya al-Juwaini, al-Ghazali, al-Sam'ani, al-Qaffal al-Shaghir, al-Isfirayini, al-Syirazi, dan lainnya. Kemudian dilanjutkan lagi:
4. Abu 'Amr Ibn al-Shalah (w. 463 H) pengarang "Adab al-Mufti wa al-Mustafti"
5. Yahya bin Syaraf al-Nawawi (w. 676 H), pengarang "Adab al-Fatwa wa al-Mufti wa al-Mustafti"
6. Ahmad bin Hamdan al-Harrani (w. 695 H), pengarang "Shifat al-Fatwa wa al-Mustafti"
7. Ibn Qayyim al-Jawziyyah (w. 751 H), pengarang "I'lam al-Muwaqqi'in 'an Rabb al-'Alamin"
8. 'Abd al-Rahman al-Suyuthi (w. 911 H), pengarang "al-Hawi li al-Fatawi"
Kajian fatwa ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang prosedur fatwa dan aplikasinya dalam masyarakat umum sehingga tepat sasaran dan tidak salah tujuannya.
1. 'Abd al-Wahid bin al-Husain al-Shumairi (w. 386 H), pengarang "Adab al-Mufti wa al-Mustafti"
2. Ahmad bin 'Ali al-Khathib al-Baghdadi (w. 463 H), pengaranng "al-Faqih wa al-Mutafaqqih"
3. Yusuf bin 'Abd al-Barr (w. 463 H), pengarang "Jami' Bayan al-'Ilm wa Fadhlihi"
Setelah ini, muncul berbagai kajian tentang fatwa dalam kitab ushul fikih dalam karya al-Juwaini, al-Ghazali, al-Sam'ani, al-Qaffal al-Shaghir, al-Isfirayini, al-Syirazi, dan lainnya. Kemudian dilanjutkan lagi:
4. Abu 'Amr Ibn al-Shalah (w. 463 H) pengarang "Adab al-Mufti wa al-Mustafti"
5. Yahya bin Syaraf al-Nawawi (w. 676 H), pengarang "Adab al-Fatwa wa al-Mufti wa al-Mustafti"
6. Ahmad bin Hamdan al-Harrani (w. 695 H), pengarang "Shifat al-Fatwa wa al-Mustafti"
7. Ibn Qayyim al-Jawziyyah (w. 751 H), pengarang "I'lam al-Muwaqqi'in 'an Rabb al-'Alamin"
8. 'Abd al-Rahman al-Suyuthi (w. 911 H), pengarang "al-Hawi li al-Fatawi"
Kajian fatwa ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang prosedur fatwa dan aplikasinya dalam masyarakat umum sehingga tepat sasaran dan tidak salah tujuannya.
Comments
Post a Comment