Beberapa lomba baca kitab mulai dari Fath al-Qarib hingga Ihya' Ulum al-Din banyak dilakukan oleh partai politik tahun ini. Misalnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menggelar lomba baca kitab di beberapa provinsi di Indonesia. Jamak diketahui bahwa partai ini memang basis Nahdliyyin yang banyak menguasai kitab kuning yang dilombakan. Tidak mau kalah dengan PKB, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga mengadakan lomba baca kitab di beberapa daerah. Bedanya, PKS diketahui tidak banyak membaca kitab kuning dan salaf sebagaimana di kalangan Nahdliyyin. Lalu apa tujuan PKS ini?
Panitia lomba di Gedung DPW PKS DIY, jalan Gambiran Yogyakarta, Minggu (27/8/2017) mengatakan lomba ini bertujuan untuk menjalin silaturrahim dengan warga Nahdliyyin. Silaturrahim seperti apa? Apakah untuk kamuflase atau taqiyyah sebagaimana Syi'ah agar dapat dukungan dari Nadhliyyin dalam pemilihan kepala daerah atau presiden? Atau bertujuan untuk mengangkat khazanah kitab kuning yang laris manis di akar rumput rakyat Indonesia? Atau mereka tidak bisa baca kitab kuning kemudian belajar melalui lomba itu?
Seharusnya PKS harus ahli dalam membaca kitab kuning, terlebih mempunyai karangan kitab kuning sebagaimana ulama Nahdliyyin, dari yang syarah kitab besar seperti Siraj al-Thalibin atau yang menengah seperti Adab al-'Alim wa al-Muta'allim atau bahkan kaidah sharaf yang njlimet seperti al-Amtsilah al-Tashrifiyyah. Jadi orang-orang tidak berprasangka buruk kepada PKS. Terlebih dalam salah satu posternya, ada kesalahan penulisan qira'ah al-kutub dengan huruf 'ain (قراعة) bukan dengan hamzah (قراءة).
Panitia lomba di Gedung DPW PKS DIY, jalan Gambiran Yogyakarta, Minggu (27/8/2017) mengatakan lomba ini bertujuan untuk menjalin silaturrahim dengan warga Nahdliyyin. Silaturrahim seperti apa? Apakah untuk kamuflase atau taqiyyah sebagaimana Syi'ah agar dapat dukungan dari Nadhliyyin dalam pemilihan kepala daerah atau presiden? Atau bertujuan untuk mengangkat khazanah kitab kuning yang laris manis di akar rumput rakyat Indonesia? Atau mereka tidak bisa baca kitab kuning kemudian belajar melalui lomba itu?
Seharusnya PKS harus ahli dalam membaca kitab kuning, terlebih mempunyai karangan kitab kuning sebagaimana ulama Nahdliyyin, dari yang syarah kitab besar seperti Siraj al-Thalibin atau yang menengah seperti Adab al-'Alim wa al-Muta'allim atau bahkan kaidah sharaf yang njlimet seperti al-Amtsilah al-Tashrifiyyah. Jadi orang-orang tidak berprasangka buruk kepada PKS. Terlebih dalam salah satu posternya, ada kesalahan penulisan qira'ah al-kutub dengan huruf 'ain (قراعة) bukan dengan hamzah (قراءة).
Comments
Post a Comment