Mengaku Banyak Lupa, Bos First Travel Mirip dengan al-Masih al-Dajjal


Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto pada Jumat (8/9/2017) mengatakan bahwa bos First Travel, Andika Surachman dan istrinya Anniesa Hasibuan, sering mengaku lupa ketika ditanya aliran dana jamaah umrah tahun 2017. Keduanya mengatakan bahwa uangnya hanya beberapa juta yang ada di rekeningnya. Padahal menurut Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) aset bos First Travel lebih dari Rp 7 miliar yang ada dalam 51 rekening. Di samping itu, ada aset kekayaan lain berupa 8 perusahaan, 5 mobil dan 13 rekening. Pengakuan bos First Travel dan temuan PPATK bertolakbelakang. Dalam hal ini, sesuai bukti yang ada, bos First Travel tidak mau jujur dan kooperatif dalam pemeriksaannya.

Di dalam hadis, orang yang suka berbohong disebut sebagai al-Dajjal. Secara harfiah, dajjal artinya orang yang banyak dustanya, baik dalam perbuatan maupun perkataannya. Al-Dajjal ini mendapat gelar al-masih yang artinya orang yang banyak berkelana. Jadi, al-Dajjal adalah orang yang banyak dusta dan berkelana, dan dia mengambil apa saja yang ditemuinya di jalan. Dalam hadis tersebut, al-Dajjal adalah simbol orang yang penuh dusta, yang mana dustanya digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri. Ia juga tidak peduli apakah perbuatannya merugikan orang mukmin atau tidak. Tidak hanya itu, al-Dajjal ini juga menggunakan simbol-simbol agama dalam kedustaannya. Misalnya dengan menghidupkan orang mati, mengaku sebagai Tuhan, menurunkan hujan dan lainnya.

Pada masa sekarang, fenomena bos First Travel yang menipu puluhan ribu calon jamaah umrah, yang merupakan salah ibadah penting dalam Islam, mirip dengan al-Dajjal. Ditambah keduanya sering melakukan jalan-jalan (al-masih) ke berbagai negara, kehidupan yang glamour dan juga popularitas di media sosial. Tentunya masih ada banyak al-Dajjal selain bos First Travel seperti para koruptor terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), kasus Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), kasus Bank Century dan lainnya yang memakan harta rakyat banyak serta tidak mau mengakui perbuatannya.

Comments