Gerakan radikal dan ekstrimis yang mengancam kerukunan dan persaudaraan antar warga kampung akhir-akhir ini semakin meningkat. Bahkan, gerakan ini cenderung ingin mengadu domba pihak-pihak yang berseberangan tetapi masih guyub dan akur, misalnya seperti yang terjadi antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Karimunjawa, Jepara. Gerakan seperti ini juga terjadi di Kudus, tepatnya di desa Loram Kulon dan Wetan Kecamatan Jati Kudus.
Kegelisahan dan kecemasan warga dimulai dengan adanya bangunan yang didirikan awal tahun 2017 dan difungsikan pada pertengahan tahun. Lokasi bangunan ini terletak di seberang jalan yang membatasi desa Loram Kulon dan Loram Wetan dan terletak persis di depan Masjid al-Huda Loram Kulon Jati Kudus. Menurut warga sekitar, bangunan yang baru tersebut terlihat sering dibuat kajian oleh seorang ustadz dan banyak pesertanya yang berasal dari luar daerah. Hal ini dibuktikan dengan berbagai kendaraan dengan letter dari luar Kudus. Tidak adanya papan nama organisasi atau lembaga dan juga tidak adanya komunikasi dengan pemerintah desa setempat menyebabkan warga khawatir akan gerakan yang bertentangan dengan undang-undang dan aturan pemerintah.
Guna menyikapi bangunan dan kegiatan tersebut, warga desa Loram Kulon dan Loram Wetan selalu mengadakan komunikasi intensif, baik dengan ormas Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, pihak desa dan lainnya. Khawatirnya, gerakan dan kegiatan di bangunan tersebut dijadikan kegiatan yang mengancam kerukunan dan memecah belah persatuan warga. Beberapa ulama dan tokoh masyarakat menyayangkan adanya bangunan dan kegiatan yang tidak jelas, yang nantinya dikhawatirkan berkamuflase di tengah kondisi warga yang harmonis. Yang sangat disayangkan juga adalah tidak adanya serawung dan pergaulan yang baik dengan warga sekitar dan juga perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan tradisi masyarakat Loram.
Kegelisahan dan kecemasan warga dimulai dengan adanya bangunan yang didirikan awal tahun 2017 dan difungsikan pada pertengahan tahun. Lokasi bangunan ini terletak di seberang jalan yang membatasi desa Loram Kulon dan Loram Wetan dan terletak persis di depan Masjid al-Huda Loram Kulon Jati Kudus. Menurut warga sekitar, bangunan yang baru tersebut terlihat sering dibuat kajian oleh seorang ustadz dan banyak pesertanya yang berasal dari luar daerah. Hal ini dibuktikan dengan berbagai kendaraan dengan letter dari luar Kudus. Tidak adanya papan nama organisasi atau lembaga dan juga tidak adanya komunikasi dengan pemerintah desa setempat menyebabkan warga khawatir akan gerakan yang bertentangan dengan undang-undang dan aturan pemerintah.
Guna menyikapi bangunan dan kegiatan tersebut, warga desa Loram Kulon dan Loram Wetan selalu mengadakan komunikasi intensif, baik dengan ormas Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, pihak desa dan lainnya. Khawatirnya, gerakan dan kegiatan di bangunan tersebut dijadikan kegiatan yang mengancam kerukunan dan memecah belah persatuan warga. Beberapa ulama dan tokoh masyarakat menyayangkan adanya bangunan dan kegiatan yang tidak jelas, yang nantinya dikhawatirkan berkamuflase di tengah kondisi warga yang harmonis. Yang sangat disayangkan juga adalah tidak adanya serawung dan pergaulan yang baik dengan warga sekitar dan juga perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan tradisi masyarakat Loram.
Comments
Post a Comment