Fatwa Ibn Taimiyyah tentang Talqin Mayit dan Mayit yang tidak Ditalqin


Setiap orang yang meninggal pasti didoakan, baik ketika akan dimakamkan atau setelah dimakamkan. Bahkan ketika baru saja dimakamkan, maka disunnahkan untuk melakukan talqin atau tatsbit kepada mayit yang nanti akan ditanya oleh malaikat kubur. Mengenai talqin ini, banyak orang yang tidak setuju dan mengatakasnamakan Ibn Taimiyyah sebagai rujukannnya.

Padahal dalam al-Fatawi al-Kubra, Ibn Taimiyyah mengatakan bahwa talqin disunnahkan sebagaimana dalam hadis-hadis Rasulullah SAW. Beliau berkata dalam vol. III hal. 41:

سُئِلَ الشَّيْخُ عَنْ الزِّيَارَةِ؟
أَجَابَ: أَمَّا الِاخْتِلَافُ إلَى الْقَبْرِ بَعْدَ الدَّفْنِ فَلَيْسَ بِمُسْتَحَبٍّ، وَإِنَّمَا الْمُسْتَحَبُّ عِنْدَ الدَّفْنِ أَنْ يُقَامَ عَلَى قَبْرِهِ، وَيُدْعَى لَهُ بِالتَّثْبِيتِ. كَمَا رَوَى أَبُو دَاوُد فِي سُنَنِهِ عَنْ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: «أَنَّهُ كَانَ إذَا دُفِنَ الرَّجُلُ مِنْ أَصْحَابِهِ يَقُومُ عَلَى قَبْرِهِ، وَيَقُولُ: سَلُوا لَهُ التَّثْبِيتَ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ» . وَهَذَا مِنْ مَعْنَى قَوْلِهِ: {وَلا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ} [التوبة: 84] فَإِنَّهُ لَمَّا نَهَى نَبِيَّهُ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - عَنْ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ، وَعَنْ الْقِيَامِ عَلَى قُبُورِهِمْ، كَانَ دَلِيلُ الْخِطَابِ أَنَّ الْمُؤْمِنَ يُصَلَّى عَلَيْهِ قَبْلَ الدَّفْنِ، وَيُقَامُ عَلَى قَبْرِهِ بَعْدَ الدَّفْنِ.
فَزِيَارَةُ الْمَيِّتِ الْمَشْرُوعَةِ بِالدُّعَاءِ، وَالِاسْتِغْفَارِ هِيَ مِنْ هَذَا الْقِيَامِ الْمَشْرُوعِ.

Pasalnya, orang yang baru dimakamkan akan ditanya oleh malaikat. Oleh karena itu, para pengiring jenazah disunnahkan untuk tinggal sebentar di atas makam si mayit untuk melakukan talqin. Bahkan dalam tradisi di Indonesia, ahli waris si mayit juga memintakan maaf dan kesalahan kepada orang lain, baik yang hadir maupun tidak. Memintakan maaf ini juga termasuk dalam sunnah Rasulullah SAW. Jika tidak mau melakukan talqin atas mayit, maka mayit tersebut dianggap sebagai mayit munafiq sebagaimana disebutkan Ibn Taimiyyah dalam teks di atas.

Comments