Kampus IAIN Menjadi Sebab Hilangnya Prostitusi


Kampus perguruan tinggi agama Islam negeri (PTAIN) seperti Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) dianggap mengajarkan pemurtadan. Hartono Ahmaz Jaiz, penulis buku tersebut mengatakan bahwa kuliah di PTAIN mengajarkan hal yang dianggap menyimpang dari agama. Namun klaim Hartono ini jelas tidak berdasarkan fakta yang riil. Apakah kampus yang mengajarkan ulumul Qur'an dan ulumul hadis, tafsir, fikih dan lainnya dianggap mengajarkan kemurtadan? Sejauhmana penelitian Hartono sehingga ia menyimpulkan ada pemurtadan? Mungkin Hartono tidak faham apa yang diajarkan di PTAIN atau mungkin ia dulunya menerima kabar hoax dari teman sebelahnya.

Di Yogyakarta, kampus UIN Sunan Kalijaga malah menjadi penyebab hilangnya praktik prostitusi. Menghilangkan praktek dan tempat prostitusi tentunya tidak mudah, apalagi harus berhadapan dengan oknum keamanan yang ada di tempat tersebut. Namun, UIN Sunan Kalijaga tidak memurtadkan sebagaimana klaim Hartono, tapi mengislamkan dan menyiarkan Islam di tempat prostitusi. Menurut Misbah (45), salah satu warga Ambarukmo menuturkan bahwa dulu pada tahun 1990an di dasar jembatan Sungai Gajahwong di timur IAIN Sunan Kalijaga (sekarang UIN Sunan Kalijaga) menjadi salah satu pusat prostitusi di Yogyakarta. Namun seiring dengan pembangunan kampus timur UIN yang letaknya pas di sebelah pinggir sungai tersebut, perlahan pekerja di tempat tersebut mulai pindah. Lama kelamaan, hilang sudah pekerja tersebut dan tidak ada lagi pekerja prostitusi yang mangkal di jembatan tersebut

Di samping itu, adanya kampus UIN pada sekitar tahun 2000an menjadikan bekas prostitusi tersebut menjadi taman laboratorium kampus. Di dekatnya juga berdiri Masjid al-Ma'un, yang menjadi salah satu ikon syiar Islam di pinggir Sungai Gajahwong. Kampus PTAIN di masyarakat tidak hanya menjadi ikon keilmuan dan pengetahuan, namun juga menjadi ikon perubahan masyarakat sekitarnya. Misalnya semakin ramainya kampus UIN Walisongo Semarang, maka di sekitarnya muncul berbagai pondok pesantren salaf yang mengajarkan etika dan pendidikan karakte. Klaim Hartono tidak terbukti dan hangus dengan sendirinya

Comments