Kerusakan Negara Dengan Fatwa Yang Tidak Ahli

Di media sosial, tiap orang bisa berpendapat dan mengemukakan gagasannya. Akun yang dimilikinya pun mempunyai hak penggunaan menurut selera pribadinya, termasuk dalam masalah fatwa. Di dalam Islam, fatwa tidak boleh dikeluarkan oleh sembarang orang. Fatwa ini pun harus diseleksi sedemikian rupa, menyesuaikan keadaan masyarakat dan dampak sosialnya. Fatwa yang salah, apalagi oleh yang tidak ahli, akan menyebabkan kondisi pemerintahan yang tidak kondusif dan rawan untuk ambruk.

Beberapa fatwa dari orang Islam yang baru kenal dengan fikih dan tidak tahu etika berfatwa akan lebih berbahaya daripada tidak berfatwa. Misalnya ada Felix Siauw yang mengatakan bahwa nasionalisme tidak ada dalilnya, sedangkan khilafah sangat jelas dalilnya. Dalam hal ini, Felix tidak menyadari bahwa nasionalisme dalilnya sangat banyak dan khilafah dalilnya masih multi tafsir. Ia kemudian menggiring opini di media sosial agar orang-orang mau mengikutinya. Padahal dalam etika fatwa, orang tidak boleh berfatwa jika ada yang lebih ahli darinya. Misalnya lagi ada Tengku Zulkarnain yang mengatakan bahwa jubah adalah pakaian Islami. Ia mungkin belum selesai belajar hadis dan sejarah Islam secara tuntas hingga tidak tahu bahwa musuh Rasulullah, termasuk Abu Lahab, Abu Jahal dan lainnya juga memakai jubah.

Ada lagi yang mengatakan bahwa umat Islam harus hati-hati dengan ibadah Kristen Ortodoks yang mirip dengan shalatnya umat Islam. Mungkin mereka tidak tahu bahwa Kristen Ortodok di Timur Tengah itu lebih dahulu muncul daripada agama Islam. Fatwa yang seperti ini dalam kajian tasawuf disebut sebagai fatwa ulama su' atau ulama jahat. Hal ini dikarenakan ulama tersebut terburu-buru untuk berfatwa, entah untuk tujuan agar dianggap berilmu, agar fenomenal, agar tambah banyak pengikutnya, agar naik trafik situsnya, agar uang selalu mengalir di balik fatwa itu dan lainnya. Jadi tujuannya bukan karena tujuan kebaikan dan kemaslahatan umat. Jadi, mereka tidak peduli akan terjadinya kerusakan dan keruntuhan umat Islam. Ulama seperti ini bukanlah model ulama salaf yang sangat dihormati dan dikenang jasanya,

Comments