Klarifikasi Harus Dikuti dengan Pemetaan Akun Hoax


Berbagai tuduhan dan fitnah terhadap tokoh masyarakat, ulama, kepala negara hingga konflik yang dimanipulasi bertebaran di media sosial. Beberapa kelompok masyarakat anti hoax pun membuat forum khusus untuk menangkal tuduhan dan fitnah tersebut. Diantaranya adalah dengan memberikan klarifikasi terhadap foto, sumber, tulisan dan lainnya terhadap sumber lain (cross reference). Usaha ini terbukti ampuh untuk menanggulangi hoax yang sering merajalela dan bermetamorfosis mempertahankan kekebalannya dari klarifikasi tersebut. Pihak militer dan polisi pun sering mendapatkan meme atau informasi hoax yang kemudian dibantah dalam laman atau fanpage media sosial hubungan masyarakat (humas) mereka.

Klarifikasi ini akan lebih ampuh jika diikuti dengan pemetaan akun-akun hoax, sehingga masyarakat akan lebih tahu produsennya daripada produknya. Hal ini memang tidak mudah, di mana penyebar hoax pasti akan membuat akun lain ketika satu akun diketahui sebagai sumber hoax. Namun dengan pemetaan ini, diharapkan sumber hoax akan mudah dikenali, bahkan dapat ramai-ramai dilaporkan ke pihak media sosial. Sebagaimana dalam pencarian hadis yang otentik, ada kitab khusus yang membahas periwayat yang sering melakukan dusta atau dinilai negatif. Misalnya dalam Kitab al-Dlu'afa', Kitab al-Mudallisin, Kita al-Jarh dan lainnya. Namun begitu, adanya nama-nama yang ada di kitab tersebut tidak kemudian otomatis produksi hadis palsu berhenti. Hal ini dikarenakan para pemalsu hadis sering menisbatkan nama-nama orang yang terpercaya dalam jaringannya atau bahkan memalsukan namanya dengan nama orang yang dipercaya.

Informasi media sosial pun tidak jauh dari pemetaan hadis tersebut, walaupun nantinya mereka akan membuat akun samaran yang lebih banyak lagi. Harapannya, muncul nama-nama akun yang masuk list dalam dokumen khusus, begitu juga dengan blog dan web yang digunakan untuk produksi hoax. Mungkin perlu juga dibuat database informasi hoax yang semakin lama semakin bertambah, sebagaimana mausu'ah hadis agar mudah diidentifikasi dan tidak diulang lagi.

Comments