Judul : al-Tafsi>r al-Muni>r li Ma’a>lim at-Tanzi>l al-Mufassir ‘an Wujuh Maha>sin
al-Ta’wi>l, tafsir
ini biasa disebut dengan Mara>h} Labi>d/Tafsi>r al-Nawawi>/al-Tafsi>r al-Muni>r li Ma‘a>lim al-Tanzi>l.
Pengarang : al-Syaikh
Muh}ammad
Nawawi> al-Bantani>
Penerbit :
PT. An-Nur Asia.
Jilid/Halaman : 2 Jilid (Jilid I: al-Fa>tih}ah s/d al-Kahf, 511 halaman; Jilid II: Maryam s/d al- Na>s, 476 halaman.
A. Karakeristik Kitab
§ Pada bagian pinggir kitab Mara>h Labi>d,
terdapat kitab al-Waji>z fi> Tafsi>r al-Qur’a>n al-‘Azi>z karya al-Wa>h}idi>.
§ Gaya bahasa yang digunakan dalam
penatafsiran amat sederhana, hal ini mengingat al-Nawawi> berasal dari
Indonesia yang notabene tidak semua orang paham bahasa Arab dengan baik,
oleh karenanya beliau menyesuaikannya dengan kemampuan masyarakat Indonesia.
§ Motif selanjutnya dari penulisan kitab
tafsir itu, sebagaimana dijelaskan Nawawi sendiri, adalah mengikuti tradisi
ulama salaf dalam pengkodifisian ilmu, disamping itu juga berdasarkan kesadaran
beliau sendiri bahwa perkembangan zaman memerlukan tajdi>d (pembaharuan) karenanya menuntut pula penafsiran baru
meskipun pada realisasinya motif yang terakhir ini tidak tampak menonjol dalam
Mara>h} Labi>d/Tafsi>r al-Muni>r.
§ al-Nawawi> mengatakan bahwa penafsirannya merujuk kepada lima
kitab tafsir: al-Futu>h}a>t al-Ila>hiyat karya
Sulaima>n ibn ‘Umar al-Ujaili> al-Azha>ri> (w. 1205/1790), Mafa>tih} al-Gaib karya Fakhr al-Di>n al-Ra>zi>, al-Sira>j al-Muni>r karya Muh}ammad al-Kha>tib al-S{irbini> (w. 977/1577), dan Irsya>d al-‘Aql al-Sali>m ila> Maza>ya al-Qur’a>n al-Kari>m karya Abu> Su‘u>d (898/1493 — 982/1574), Tanwi>r al-Miqbas karya
Fairuzabadi>.
B. Metode dan Contoh Penafsiran
§ Metode penafsiran yang digunakan Tafsi>r al-Muni>r adalah metode tah}li>li>. Penafsiran dimulai dari ayat 1 surat al-Fa>tih}ah dan diakhiri dengan ayat terakhir surat al-Na>s secara berurutan. Di samping itu al- Nawawi> juga menyertakan asba>b al-nuzu>l yang
bersumber dari beberapa riwayat, seperti
asba>b al-nuzu>l
surat al-Baqarah: 26, dan al-Ikhla>s}, selain itu beliau juga
memaparkan muna>sabah antar surat walaupun tidak secara keseluruhan surat yang ada
dalam al-Qur’an. Contoh: pemaparan hubungan surat al-Fi>l dan Surat al-Quraisy. Disamping itu kadang al-Nawawi> menyebutkan nama sahabat atau ta>bi‘i>n sebagai referensinya dalam menafsiri al-Qur’an, contoh:
Panafsiran potongan ayat pada surat al-Baqarah: 109
حسدا من عند أنفسهم من بعد ما تبين لهم الحق
yang ditafsiri dengan hadis riwayat S{a>fiah bint Hayy yang termasuk golongan sahabat.
Dan oleh sebab itu dalam disiplin ilmu tafsir, tafsir ini
bercorak tafsir bi al-ma’s\u>r, yakni corak penafsiran yang merujuk pada penjelasan
al-Qur’an sendiri, penjelasan sahabat dan penjelasan tabi’in.
§ Hal mencolok yang sering diangkat oleh
al-Nawawi adalah penjelasan kosa katanya. terkadang pula mengemukakan
kisah-kisah dan sejumlah hadis Nabi. Contoh: Penafsiran potongan ayat surat al-Baqarah: 223 dengan hadis berikut:
"أن النبي قال من قال بسم
الله عند الجماع فأتاه ولد فله حسنات حسنات بعدد أنفاس ذلك الولد وعدد عقبه إلى
يوم القيامة"
§ Dalam
Tafsi>r al-Muni>r (Mara>h Labi>d), al-Nawawi> menyertakan beberapa aspek, diantaranya: pengutipan riwayat
Isra>’i>liat seperti dapat ditemukan ketika menjelaskan kisah
penyembelihan sapi oleh umat Musa, tongkat Musa, kisah Harut Marut, dan lain
sebagainya. Kisah-kisah itu dijelaskan oleh pakar tafsir sebagai Isra>’i>liat.
§ Pada setiap permulaan Surat, al-Nawawi> menyebutkan jenis surat tersebut apakah termasuk Makkiyah
ataukah Madaniyah, juga jumlah ayat, kalimat, dan hurufnya. Contoh:
"سورة الأعراف مكية و ايتهامائتان و ست ايات وكلمتها ثلاثة
الاف و ثلاثمائة و خمس و عشرون كلمة و حروفها أربعة عشر ألفا و ثلاثمائة وعشرة
أحرف"
§ Beliau memaparkan nama lain dari
sebagian surat, seperti Surat الكافرون
nama lainnya adalah surat المنابذة , surat النحل nama lainnya adalah
surat النعم
§ al-Nawawi> menyebutkan
perbedaan qira>’a>t pada
surat-surat tertentu contoh al-Nu>r: 6, al-Ma>’idah: 38, al-Baqarah: 259, dan Yu>suf: 31. Tanpa
menyebutkan kecondongan beliau pada salah satu pendapat tentang jenis qira>’a>t
tersebut.

Comments
Post a Comment