Banser Yang Lucu

BANSER YANG LUCU
BANSER YANG BIKIN HARU
BANSER YANG “NGESELIN”
BANSER... AKU CINTA PADAMU

Dibesarkan dalam tradisi NU tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya BANSER. Sejak kecil, sudah banyak cerita tentang BANSER yang suka bikin kita tertawa maupun terharu, kadang juga bikin kesel.

Ada cerita lucu bagaimana BANSER salah cium tangan Kyai, karena ternyata asisten Kyai tampak lebih gagah daripada Kyainya sendiri. Ada Kyai besar yang disuruh duduk di belakang karena tampilannya tidak seperti Kyai. Atau Kyai yang mau ceramah di pengajian malah ditunjukkan tempat mantenan karena dianggap berpakaian terlalu necis. Hingga peristiwa besar pengorbanan Mas Ndan Riyanto yang merelakan dirinya menjadi korban tunggal bom, untuk menyelamatkan ratusan nyawa lainnya.

Yang bikin “kesel” adalah ketika mengawal Kyai, seakan-akan melebihi sakralnya emas berlian segede gajah, sehingga sering kali membuat kesulitan ketika akan merangsek sungkem kepada para Guru Mulia Kita, hehehe.

Siapa sih BANSER? Ternyata mereka adalah para kader militan NU yang dididik untuk mengabdi kepada NKRI dan Ulama. Banyak dari mereka yang dalam keseharian adalah kuli panggul, bakul siomay, tukang bakso, petugas parkir dan pekerjaan lainnya. Namun jangan ditanya bagaiamana militansinya ketika sedang berkhidmah.

BANSER tak segan-segan turun tangan mengawal pengajian, mengawal acara pondok pesantren. Bahkan siap sedia makan belakangan setelah para santri kebagian semua. Di wajah mereka hanya tampak sinar ketulusan yang luar biasa. “Mak gregel”... itu yang sering kali dirasakan ketika melihat mereka.

Ketika bangsa dan negara memerlukan pun mereka tak jarang turun tangan. Mengawal NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga banyak pihak yang hendak merobek persatuan negeri ini gigit jari. Akhirnya , kita bisa menyaksikan BANSER diberi gelar yang aneh-aneh dengan segala ghibahan dan fitnahannya.

Dan bukan BANSER namanya jika tidak istiqomah. Tetap semangat, tetap ceria selalu, dan siap menjadi bamper dicaci maki dan difitnah oleh siapa saja. Ibarat kata, silakan orang mau ngoceh apa saja yang penting NKRI harga mati. Silakan orang mau fitnah apa saja, yang penting jangan sampai negeri ini terpecah belah.

Maju terus BANSER, abaikan fitnahan dan cacian. Fokus saja pada para panutan dan pecintamu. Doa kami senantiasa menyertai kalian semua.

Murobbi Ruhina Romo Habib Lutfi Bin Yahya Pekalongan pernah dhawuh, “ Mbesok, yen awakku entuk jatah mlebu suwargo saking Gusti Allah, aku ora arep mlebu dhisik sak durunge sedulur Ansor karo Banser mlebu kabeh” (Kelak, jika aku mendapat jatah masuk surga dari Gusti Allah, aku tidak akan masuk dulu sebelum Ansor dan Banser masuk semua).

Shuniyya Ruhama
Pengajar Ponpes Tahfidzul Quran Al Istiqomah-Weleri Kendal

#terimakasihbanser
#sayabersamabanser

Comments