Menolak Ceramah!

Saya penceramah sungguh bahagia manakala melihat orang antusias mendengarkan apalagi sampai mengamlkan isi ceramah saya. Seringkali saya kurang semangat manakala jemaahnya ngantuk apalagi jumlahnya yg sedikit maka sering saya membumbuinya dg humor dan canda.

Tak enak rasanya ketika mendengar penolakan kajian di Bangil meskipun saya sendiri tak setuju isi ajakan Khilafah yg dikumandangkan. Ia Sang muallaf dan motivator bukan ustadz apalagi ulama. Tapi mekanisme menghalangi perkumpulan oleh masyarakat saya melihatnya tdk tepat. Jika  krn Sang Motivator anggota al marhum HTI maka sebaiknya diserahkan pada mekanisme hukum dan penegak hukum.

Demikian juga keberatan yg saya dengar di Garut. Saya kurang setuju krn di Indonesia dalam alam demokrasi ini bebas menyampaikan pendapat apalagi pengajian di rumah ibadah. Jika tdk setuju dengan isi ceramah Sang Ustadz  ya tak perlu datang dan cukup menghimbau jema'ahnya tdk perlu hadir. Namun keberatan adanya pengajian kpd orang yg hendak mendengarkannya saya berpendapat kurang tepat secara hukum. Apalagi kita sesama muslim perlu menjaga ukhuwah bainal muslimin.

Saya berharap kepada asatidz dan du'ah baik yang mendapat reaksi kurang baik bahkan penolakan dari masyarakat atau masih aman2 aja utk introspeksi diri dan menyesuaikan ceramahnya dg kondisi masyarakat di sekitarnya. Dakwah itu mengajak kpd kebaikan maka caranya pun yg baik sesuai dg kondisi masyarakatnya.  Seharusnya berdakwah dg ilmu yg sdh diketahui dan cara yg disenangi umat. 

Pemerintah harus tegas menjalankan UU Ormas, bahwa ideologi ormas yg sdh dilarang perlu diawasi dan ditindak secara hukum agar tidak terjadi pengadilan rakyat. Agar semua masyarakat kembali kpd mekanisme hukum Indonesia.

Keinginan saya hanya satu, masyarakat Indonesia aman dan bersatu. Tantangan Indonesia cukup besar yang tak mungkin dapat dihadapi tanpa persatuan

Hormat Saya.
Ketua Pembina Yayasan Investa Cendekia Amanah

M. Cholil Nafis.

Comments